Mesir Bergejolak

26 February 2011 at 2:47 AM (SoftSkill, Tugas)


Aksi demonstrasi besar-besaran yang menyerukan revolusi terhadap kepemimpinan Presiden Hosni Mubarak yang telah berkuasa selama 30 tahun telah terjadi dalam minggu-minggu ini.
Diantara masyarakat yang menginginkan kebangkitan tersebut ada yang berpendapat bahwa kita harus mereformasi total negeri mesir. Ada juga yang berpendapat bahwa kita harus berevolusi total. Bahkan yang masih bingung menentukan jalan perubahan pun juga masih ada, walaupun mereka menginginkan suatu perubahan segera terjadi.

Kementerian Dalam Negeri Mesir melarang semua bentuk demonstrasi dan para demonstran akan ditahan. Tidak ada lagi gerakan provokatif atau demonstrasi atau pengorganisasian massa yang diizinkan. Semua tindakan legal akan ditempuh dan semua demonstran akan ditangkap. Kekerasan meletus setelah aparat keamanan berupaya membubarkan massa yang berencana tidur di Lapangan Tahrir (Kebebasan) di pusat Kairo. Puluhan ribu rakyat Mesir turun ke jalan. Mereka memprotes kemiskinan, korupsi, dan penindasan. Aksi demonstrasi itu mengerucut pada empat tuntutan, yaitu pengunduran diri Mubarak, pengunduran diri kabinet yang dipimpin Perdana Menteri Ahmed Mohamed Mahmoud Nazef, pembubaran parlemen dan penjadwalan ulang pemilu dan pembentukan pemerintahan baru pilihan rakyat. Para demonstran juga menginginkan agar parlemen mengesahkan undangundang baru agar seorang presiden tidak boleh memimpin lebih dari dua periode berturut-turut. Selain itu, para demonstran juga mendesak Menteri Dalam Negeri Habib al-Adly segera mundur dari jabatannya. Aksi itu terinspirasi kejatuhan Presiden Tunisia Zine el-Abidine ben Ali.Para demonstran pun meminta Mubarak untuk turun takhta. Polisi kemarin pun menggunakan gas air mata untuk membubarkan aksi demonstrasi.

Demonstrasi merupakan hal yang tidak biasa di Mesir sejak Mubarak berkuasa sejak 1981. Demonstrasi kemarin merupakan yang terbesar dan paling signifikan dalam sejarah Mesir. Para demonstran kompak menyebut aksi Selasa (25/1) sebagai hari revolusi atas penyiksaan, kemiskinan,korupsi,dan pengangguran. Para demonstran melempari gedung parlemen dengan bom molotov di Kota Suez yang menyebabkan sebagian gedung terbakar. Mereka juga melakukan hal yang sama ke markas Partai Nasional Demokrat yang menguasai pemerintahan saat ini. 55 warga dan 15 anggota kepolisian dilaporkan terluka dalam kerusuhan yang terjadi di Suez. Selain di Suez dan Kairo, kerusuhan juga berlangsung di Kota Alexandria. Pengunjuk rasa tampak melawan pihak keamanan yang dilengkapi water cannon, peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan massa. Jumlah korban tewas akibat kerusuhan kini mencapai enam orang, sementara ratusan lainnya ditangkap oleh pihak berwenang menyusul aksi bentrok.

Pemerintah menuding Ikhwanul Muslimin sebagai otak di balik demonstrasi itu. Ikhawanul Muslimin adalah gerakan oposisi terbesar di Mesir yang secara teknis dilarang. Namun, sejak awal kelompok itu menegaskan tidak akan berpartisipasi secara resmi dalam demonstrasi itu dan membantah tudingan tersebut.

Putra Mubarak, Gamal, dilaporkan pergi menuju ke Inggris,saat demonstrasi memanas di negaranya sendiri.Gamal difavoritkan sebagai pengganti ayahnya. Gamal hengkang dari negaranya bersama keluarga. Media Akhbar al-Arab melaporkan Gamal bersama istri dan putrinya terbang ke London dari bandara di Kairo. Keberadaan Mubarak sendiri tidak diungkapkan.

Sekjen PBB Ban Ki-moon pada Rabu menyeru kepada semua pihak di Mesir untuk berupaya mencegah terjadinya aksi kekerasan lebih lanjut.

Sekjen Ban juga mengimbau pihak berwenang Mesir untuk menangkap peluang untuk mengatasi “keprihatinan yang sah dari rakyat.”

Ia menyerukan kepada semua pihak yang berkaitan untuk menjamin bahwa situasi di Mesir tidak terus dilanda kekerasan, dan mengimbau pemerintah mengatasi apa yang menjadi kepentingan sah rakyatnya itu, menurut juru bicaranya.

“PBB mencermati dari dekat perkembangan aksi-aksi protes dan ketegangan-ketegangan di Mesir, dan wilayah yang lebih luas,” kata Martin Nesirky.

Selain terjadi beberapa kerusakan kecil, aksi-aksi demonstrasi juga menghantam Bursa Saham Mesir. Saham gabungan EGX 30 anjlok 9,11 persen menjadi 5.735,82 poin pada saat dibuka kembali setelah untuk sementara ditutup pada Kamis, khawatir terhadap kerusuhan telah berlangsung dua hari itu.

Pasar sempat dihentikan setengah jam setelah EGX 30 anjlok 6,34 persen dalam tempo 15 menit setelah dibukan Kamis, menjadi 5.916,74. Perkembangan itu jelas membuat cemas para investor.

Sementara itu Amerika Serikat pada Selasa menyerukan pihak berwenang Mesir agar menangani aksi-aksi protes yang berkembang itu secara damai. “Kami memantau situasi di Mesir dari dekat. Amerika Serikat mendukung hak dasar menyatakan pendapat dan berkumpul bagi semua orang,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri, Philip Crowley dalam satu pernyataan.

Dari Washington,Amerika Serikat (AS) yakin bahwa pemerintah Mesir mampu mengatasi gejolak politik akibat rangkaian unjuk rasa oleh rakyat mereka. Krisis itu jangan sampai mengganggu kemitraan kuat antara AS dan Mesir. Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, mengungkapkan bahwa pemerintahnya turut memberi perhatian atas gejolak di Mesir. Amerika mendukung hak fundamental untuk berekspresi dan berkumpul bagi semua orang dan kami mendesak semua pihak untuk saling menahan diri dan tidak melakukan kekerasan.
Hillary Clinton mendesak para pemimpin Arab untuk bekerja dengan masyarakat mereka, dalam melakukan reformasi atau dalam mencermati para ekstremis. “Orang-orang di seluruh Timur Tengah – seperti di mana-mana – sedang mencari kesempatan untuk berkontribusi dan memiliki peran dalam keputusan-keputusan yang akan menentukan kehidupan mereka,” kata Menlu AS itu

Situs jejaring sosial Twitter dan facebook diblok dari Mesir sejak gejolak politik tersebut meningkat. Twitter dan situs jejaring sosial lain seperti Facebook memang menjadi alat perubahan sosial yang makin penting dalam upaya menggalang protes publik

Aksi Sejuta Umat
Aksi unjuk rasa yang lebih besar, diperkirakan diikuti oleh sejuta orang, akan terjadi setelah warga menjalankan shalat Jumat (28/1). Aksi massa pada Jumat diduga makin berkobar dengan hadirnya pemenang Hadiah Nobel Mesir, Mohamed Al Baradei yang tiba di Kairo pada Kamis, dan berjanji akan bergabung dengan massa berdemonstrasi setelah ibadah Jumat.

Al Baradei, mantan ketua Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) juga dikenal sebagai pengampanye pembaruan politik Mesir. Dia tinggal di Wina setelah gagal menyalurkan ambisi politiknya. “Ini adalah waktu yang sangat kritis dalam kehidupan politik di Mesir. Saya datang untuk bergabung dengan rakyat Mesir,” ujar Al Baradei setiba di Bandara Kairo.

Jaringan televisi Mesir, Nile TV melaporkan bahwa tidak ada penyambutan atas kedatangan Al Baradei, namun hanya beberapa keluarga dan pendukungnya. Pemenang hadiah Nobel perdamaian itu meminta aparat keamanan Mesir untuk tidak menggunakan kekerasan dalam menghadapi peserta aksi unjuk rasa.

Sebelumnya, beberapa kalangan Mesir meminta Al Baradei kembali ke negaranya untuk berupaya mengumpulkan kelompok-kelompok oposisi yang lemah dan berbeda-beda menjadi satu gerakan yang koheren dengan perubahan.

Al Baradei (68 tahun) sebelumnya menuduh Partai Nasional Demokrat yang dipimpin Mubarak melakukan kecurangan dalam pemilihan parlemen pada November tahun lalu. Tetapi pemerintah Kairo menolak tuduhan itu dan mengatakan hasil pemilihan umum selalu mencerminkan dukungan luas pada kebijakan partainya.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: