JIKA INDONESIA TANPA KORUPSI

16 October 2010 at 12:23 AM (SoftSkill, Tulisan)


Asal kata Korupsi
Korupsi berawal dari bahasa latin corruptio atau corruptus. Corruptio berasal dari kata corrumpere, suatu kata latin yang lebih tua. Dari bahasa latin itulah turun ke banyak bahasa Eropa seperti Inggris yaitu corruption, corrupt; Prancis yaitu corruption; dan Belanda yaitu corruptie, korruptie. Dari Bahasa Belanda inilah kata itu turun ke Bahasa Indonesia yaitu korupsi.

Korupsi sudah menjadi wabah dan berada dimana mana sehingga sudah menjadi epidemic bahkan budaya korupsi dianggap tidak bersalah karena dipersepsikan sebagai bagian bertahan hidup. Oleh karenanya penuntasannya sudah pasti tidak dengan cara yang biasa saja tetapi harus lebih luar biasa.
Korupsi harus ditangani dengan ketegangan yang tinggi dan pilihannya menjadi baik atau tertangkap dan fatal bagi keluarganya. Selama persepsi bahwa kalau ketangkap sial saja dan semuanya bisa diantur kembali dengan membagi hasil korupsi maka sulit berhasil. Apalagi penahananya pun dibeda bedakan serta menjadi bahan pembicaraan tersendiri yang membuat keraguan masyarakat, tentang kesungguhan pemberantasan korupsi itu sendiri.

Negara kita mulai mencoba untuk memperbaiki nya, didirikanlan KPK. Tetapi baru sejenak instansi tesebut berdiri, langsung mendapatkan hantaman keras dari penguasa negeri kita, yang tak mau bekerja sama, mereka hanya mementingkan kepentingan pribadi maupun golongan sendiri.
Meski rakyat sudah berkoar-koar dihadapan publik tapi apa daya, hukum rimba masih tertanam dinegeri ini, siapa yang berkuasa dia yang menang, siapa yang berduit dia yang menang, mereka selalu mencari kambing hitam.

Dan andaikan Indonesia bersih dari korupsi, mungkin kita bisa melihatnya dipinggir jalan, tunawisma akan berkurang drastis, warga tak mampu bisa berobat gratis, kesehatan terjamin, pendidikan juga gratis, tidak hanya sampai sekolah dasar tapi bisa sampai perguruan tinggi (amin). Pengangguran berkurang, tindak kejahatan juga ikut berkurang, kesejahteraan rakyat terjamin, tidak ada pekerja dibawah umur, yang terpaksa meninggalkan masa bermainnya demi mencari sesuap nasi, semua warga selalu tersenyum, saling menghomati, tidak ada perselisihan antar umat beragama lagi. Dan masih banyak hal lainnya yang sangat indah untuk dibayangkan tetapi sulit untuk diwujudkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: